Cerita dalam keheningan...

Posted: 27 Des 2011 by Maricutess in Label:
0


Aku tidak yakin apakah satu halaman ini sanggup menampung coretanku tentang kamu. Kamu yang bahkan sudah memiliki halaman kisah sendiri. Kamu yang membuahiku inspirasiku dalam merangkaikan huruf demi huruf untukmu. Ya untukmu, hanya padamu..

Sebagian kamu mungkin pernah membacanya, lainnya kusimpan erat-erat dalam hati karena terlalu eksplisit menggambarkan perasaanku padamu. Hanya saja, aku tak pernah tau apakah kamu mengerti untaian-untaian kata dan kalimat itu kutujukan padamu. Aku rasa kamu merasakan getaran dihatiku. Namun kamu tak berkomentar apa-apa, tutup mulut erat-erat. Pun aku tak berusaha mengungkitnya, meski aku penasaran setengah mati.

Entahlah, aku tidak tau apakah kamu juga mempunyai perasaan yang sama denganku. Tapi sejauh ini, walaupun tak ada yang penting kamu selalu menyapaku, selalu ingin berinteraksi denganku. Setiap hari aku melayanimu lewat jendela YM! disela-sela waktuku yang tak banyak. Antusias, itu yang aku tangkap darimu. Kamu tahu apa yang aku rasakan? Antusiasmeku melambung jauh dari pada milikmu.

Parahnya, dari kedekatan itulah aku semakin tidak bisa mengenyahkanmu dari pikiranku. Kamu, langit yang tak tergapai. Setinggi apapun aku terbang, aku tak akan bisa menemukanmu atau menyentuhmu. Langit itu hanya sekumpulan refleksi cahaya, sebuah ilusi optikal.

Sahabatku mengatakan jika aku sakit. Kamu menyebabkan aku sedikit hilang kewarasan, begitu sahabatku bilang. Jelas saja, aku tak henti menceritakan tentang kamu padanya. Dia mengaku sekarat karena terus-menerus mendengarkan tuturku tentang kamu. Hingga detik ini sahabatku kujejali cerita tentang kamu. Banyak di antaranya adalah kisah yang berulang. Terlalu cepat untuk menggali hidupmu yang sudah berjalan 26 tahun. Sedikit sekali yang bisa kucatat darimu.

Kamu si pembaca setia komik. Kamu yang penggemar berat buku Iblis Menggugat Tuhan. Kamu yang menyukai tenis. Kamu yang mencintai mobilmu. Kamu yang lahir dari keluarga bangsawan. Kamu yang suka warna putih. Kamu yang masih suka memanggilku neng. Cukup, cukup, itu saja yang kubagi tentang hal-hal kesukaanmu.

Malam itu adalah malam pertemuan pertama kita. Yap, kita dikenalkan dunia maya lewat sebuah forum yang sampai hari ini masih eksis. Aku tidak tau kapan tepatnya. Aku jatuh cinta kepadamu. Agak aneh sebetulnya, mengingat apa yang ada dalam diri kamu keluar jauh dari tipeku.

Sayangnya pertemuan kita tak semulus yang kubayangkan. Suatu hari aku menemukan foto kamu beserta seorang perempuan. Laksana hatiku dirajam ribuan jarum panas. Aku meleleh karena kalah. Hampir-hampir aku pingsan karena itu. Sejak saat itu hidupku tak lagi normal, melamun dan menangis menjadi rutinitas sehari-hari. What the f*ck!

Tidak segampang itu pula aku mencabut kamu dan akar-akarmu dari pikiranku. Padahal, peristiwa itu sungguh membuatku shock. Kalau aku punya penyakit jantung, mungkin aku bisa terkena cardiac arrest di sana. Kamu masih bersemayam, menduduki singgasanmu dalam hatiku.

Sampai hari ini aku masih mencintaimu. Meskipun kejadian lain lagi sudah menggoyang hubungan pertemanan kita. Kegilaanku, lagi.

12 November. Masihkah kamu bisa mengenang pembicaraan kita lewat YM! saat itu? Script-nya masih kusimpan apik di ipad-ku. Tapi, kurasa kamu tak berniat membacanya lagi.

Kadang aku ingin mengulang momen itu, agar bisa kuperbaiki beberapa bagian yang memperlihatkan betapa bodoh-nya aku di depan kamu. Hmmm... tapi bukannya itu jadi bukti bahwa aku sungguh-sungguh dan sepenuh hati? Kamu percaya padaku kan? Percaya yang kukatakan waktu itu. You should.

Tapi, aku bersyukur.. cintaku padamu sama sekali tidak mengubah pertemanan kita. Aku yang masih selalu diam-diam memperhatikanmu lewat media sosial, kadang kita bicara lewat mention. Jika penting, barulah kita bertukar cakap di jendela YM!. Pertemanan kita profesional, iya kan? Tak perlu bumbu-bumbu rasa. Meskipun tak bisa kupungkiri setiap ada kesempatan bersinggungan denganmu, harapanku menyala cepat.

Kamu adalah senggenggam asa. Kamu serupa langit biru. Kamu layaknya burung yang terbang bebas. Kamu menjelma seperti hantu dalam pikiranku. Kamu yang berdiri tegak di sudut hatiku.

Kadang aku lelah memangkumu dalam otakku. Bentukanmu adalah mimpi yang memberati siang malam. Sering aku mencacahmu dalam fantasiku, tapi kamu menyatu lagi.

Bukan cinta ini melukai karena tak berbalas. Cinta ini mengiris tajam ulu hatiku sebab ada tembok kokoh dan tinggi di antara kita. Kita berbeda. Tak jarang aku menangis ketika merasakan kedalaman perasaan ini untukmu. Aku tak ingin tenggelam. Aku tak ingin tenggelam. Aku tak ingin tenggelam dalam kelamnya cinta ini. Ini cinta yang melelahkan. Sudah tak berbalas, berbeda lagi.

Lalu, mengapa aku masih saja mendaratkan harapan padamu?

Aku mencintaimu

Tak ada alasan yang lebih sempurna dari pada itu.


curhatan dari sist vitawulandari@kaskus

0 komentar: