Bisakah aku menahan jemariku untuk tak mengukirnya? Namamu, maksudku. Atau sekedar matamu saja.. Lalu, bisakah aku menahan perasaan ini agar tak limbung ketika sepertinya aku terakses pandangan matamu? Ya,tatap mataku,maka segalanya akan terbuka, eksplisit, gamblang, dan kau tau apa yang kurasa. Benarkah? Tapi tatapan itu hanya suatu kebuntuan tak tertembus. Bahkan oleh tingkah laku aneh para pemimpi. Sepertiku.. Sekedar sebuah karya.
sumber: kaskus
0
0 komentar:
